Puju syukur penulis panjatkan Kepada
Allah SWT. Yang telah melimpahkan nikmat dan rahmat-Nya sehingga penulisan buku
ini dapat dilaksanakan. Solawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW. Kepada sahabat, tabiin, dan umatnya amin.
Buku ini memuat barbagai hal tentang
Gerakan Pramuka dan buku ini lebih mengarah kepada persiapan pengisian SKU Pramuka
Penegak Bantara. Penulis berharap dengan adanya buku ini, mampu meningkatkan
minat anak-anak Bangsa terhadap Gerakan Pramuka. Selanjutnya melalui Gerakan
Pramuka dapat melahirkan Generasi Emas
Bangsa Yang Berkarakter, Berkepribadian, dan Berwatak Luhur, Serta Kuat Moral,
Mental, Budi Pekerti Kuat Keyakinan Agamanya. Serta selalu mengasihi sesama.
Penulis sangat menyadari dalam
penyusunan buku ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu, kritik dan
saran dari pembaca sangat penulis haparkan. Demi lebih baiknya buku ini
kedepannya.
Penulis
I
BUKU PRAMUKA GENERASI EMAS BANGSA
INI MILIK
NAMA :
ALAMAT :
NOMOR
HP :
GUGUS
DEPAN :
PANGKALAN :
KWARAN
:
KWARCAB :
KWARDA :
|
Note:
Bagi yang menemukan buku ini harap mengembalikan ke
alamat atau Nomor Hp diatas.
II
Pendahuluan
Gerakan
Pramuka adalah organisasi yang membina kaum muda Indonesia. Guna mengembangkan
mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektun dan fisiknya. Sehingga
menjadi manusia yang berkpibadian dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kuat
mental dan tinggi moral. Tinggi kecerdasan dan mutu keterampilan untuk
menjadikan warga negara Indonesia yang patuh kepada Pancasila dan NKRI , serta
menjadi anggota masyarakat yang berguna,dapat membangun dirinya sendiri serta
mandiri dan bertanggung jawab, atas pembangunan Bangsa dan Negara.
Memiliki kepedulian terhadap sesama hidup
dalam lingkungannya baik lokal nasional maupun internasional.
Dengan
membaca buku “Pramuka Generasi mas Bangsa” diharapkan anak didik dapat lebih
mengenal Pramuka dan mampu menjadi Pramuka sejati yang berkarakter siap
membangun Bangsa.
III
Poin 1
Dapat
menjelaskan makna rukun iman dan rukun islam, mampu menjelaskan makna Sholat
berjama’ah dan dapat mendirikan Sholat sunah secara individu, mampu menjelaskan
makna berpuasa serta macam-macam puasa, tahu tata cara merawat atau mengurus
jenazah (Tajhizul Jenazah), dapat menghafal minimal sebuah hadits dan
menjelaskan hadits tersebut.
A. Rukun Iman
1. Iman kepada Allah SWT
Menjalankannya dengan cara patuh dan
taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah SWT.
2. Iman kepada malaikat-malaikat
Allah
Mengetahui dan percaya akan
kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta.
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
Melaksanakan ajaran Allah dalam
kitab-kitabNya secara hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur’an. Al-Qur.an
memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil.
4. Iman kepada rasul-rasul Allah
Mencontoh perjuangan para Nabi
dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai dengan kesabaran.
5. Iman kepada hari kiamat
Paham bahwa setiap perbuatan akan
mendapat balasan
.
6. Iman kepada qada dan qadar
Paham pada keputusan dan
kepastian yang telah ditentukan oleh Allah pada alam semesta.
1
Tingkatan
Iman yaitu:
1.
Iman Taqlid,
artinya yang tidak mempunyai dalil yang kuat.
2.
Iman ilmu,
artinya imannya seorang yang mukhalaf yang telah mengetahui dalil yang benar,
namun belum menjiwai keimanannya.
3.
Iman Iyan,
artinya Iman seseorang yang disertai dengan ma’rifat dan tasdiq yang menjiwai
sifat sama’ dan bashor.
4.
Iman
Haqiqat, artinya iman seseorang yang mempunyai jiwa teramat dalam
kema’rifatannya yang luar biasa pada makhluk yang namanya iman ainul yaqin.
5.
Iman
Haqiqatul Haqiqat, artinya derajat imannya para Rasul. Karena tingkatan iman
yang tinggi, maka dalam hal ini Allah sudah tidak memberikan lagi
ta’rif/definisi.
B. Rukun Islam
1.
Syahadat
Syahadat
merupakan asas dan dasar bagi rukun islam lainnya. Syahadat merupakan ruh,
inti, dan landasan seluruh ajaran Islam. Syahadat sering disebut dengan
Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (dalam bahasa Arab Syahadatain
berarti 2 kalimat syahadat).
Kedua
kalimat syahadat itu adalah:
Ø
Asyhadu
An-Laa Illaha Illallah
Artinya:
saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Ø
Wa
Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah
Artinya:
dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
2. Sholat
3. Zakat
4. Puasa
5. Naik Haji (bagi
yang mampu)
2
C.
Sholat
berjama’ah
Sholat
tertentu dianjurkan untuk dilakukan secara bersama-sama (berjama’ah). Pada
sholat berjama’ah seseorang yang dianggap paling kompeten akan ditunjuk sebagai
imam sholat dan yang lain berlaku sebagai makmum.
Sholat yang
dapat dilakukan secara berjama’ah antara lain:
Ø Sholat fardhu
Ø Sholat tarawih
Sholat yang harus dilakukan
secara berjama’ah antara lain:
Ø Sholat jum’at
Ø Sholat hari raya (id)
Ø Sholat Istisqa
Poin 2
Berani menyampaikan keritik dan saran dengan sopan dan santun kepada sesama teman.
Berani menyampaikan keritik dan saran dengan sopan dan santun kepada sesama teman.
1.
Kritik disampaikan secara obyektif. Artinya kritik
tidak memandang subyektif (orang yang akan dikritik), siapapun orangnya
walaupun itu presiden sekalipun layaknya juga dikritik ketika ia melakukan
kesalahan. Pun juga kritik yang obyektif adalah kritik yang sesuai dengan
realitas yang terjadi, akan menjadi kritik yang tidak obyektif apabila kritik
itu tidak sesuai dengan realitas.
2.
Kritik disertai pendasaran dan tidak disampaikan
secara
emosional. Maksudnya
dalam menyampaikan kritik
3
disertai alasan-alasan yang jelas mengenai kesalahan-kesalahan
yang dilakukan orang yang dikritik. Kalaupun kritik itu adalah sebuah penilaian
juga diberikan argumen yang benar.
3. Kritik seharusnya disertai pula
dengan solusi atau saran dan disampaikan dengan bahasa atau tutur kata yang
baik sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.
Poin 3
Dapat mengikuti jalanya diskusi dengan baik.
a. Diskusi
Diskusi atau dialog adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama sama guna memecahkan suatu permasalahan dengan jalan saling “ adu” argumentasi dalam memberikan saran, usulan, dan atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Dalam memberikan setiap argumentasi yang harus dikedepankan adalah kebenaran dan obyektifitas serta dilakukan dengan cara yang sopan, arif dan bijaksana
Diskusi atau dialog adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama sama guna memecahkan suatu permasalahan dengan jalan saling “ adu” argumentasi dalam memberikan saran, usulan, dan atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Dalam memberikan setiap argumentasi yang harus dikedepankan adalah kebenaran dan obyektifitas serta dilakukan dengan cara yang sopan, arif dan bijaksana
b. Rapat
Rapat adalah suatu pertemuan yang dilakukan oleh suatu organisasi atau kepanitiaan dalam rangka membahas agenda yang telah ditetapkan.
Rapat adalah suatu pertemuan yang dilakukan oleh suatu organisasi atau kepanitiaan dalam rangka membahas agenda yang telah ditetapkan.
4
Poin 4
Dapat saling
menghormati dan toleransi dalam bakti antar umat beragama.
Seorang anggota pramuka harus menghormati kepada
orang yang berbeda keyakinan, dengan cara bisa berupa membuat dianyaman, tidak
mengganggu ketika dia beribadah. Toleransi itu bukan berarti kita ikut kepada
ajaran agamnya.
Poin 5
Mengikuti pertemuan
ambalan sekurang-kurangnya 2x setiap bulan.
Anggota Ambalan Penegak selalu aktif
dalam kegiatan di Ambalan Penegak. Dalam hal ini artinya tidak pernah bolos
dalam latihan mingguan atau kegiatan ambalan lainnya kecuali dengan alasan yang
dapat dipertanggungjawabkan. Dibuktikan dengan absensi kehadiran ekstra
pramuka.
Pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak juga bisa
berupa pertemuan di luar Ambalan sekolah. Misalnya di DKR, DKC, latihan/
kunjungan ke pramuka penggalang, satuan karya (Saka), dan kegiatan kepramukaan
lainnya yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pembinanya.
Poin 6
Serta membayar
iuran kepada gugus depan, dengan uang yang diperoleh dari usaha sendiri.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran kepada anggota pramuka penegak agar terbiasa menyisihkan sebagian hartanya demi kepentingan umum. Sedangkan besar kecilnya sumbangan tidak terlalu dipersoalkan, yang penting ada perubahan sikap dari kurang peduli menjadi peduli sosial.
5
Ajaran
Islam mensyari’atkan tentang mobilisasi harta untuk di-tasharuf-kan ke jalan
yang benar, yakni melalui zakat, infak, dan shadaqah. Sebab dari setiap harta
yang kita peroleh ada hak para fakir miskin.
Aturan
tentang berinfak diatur dengan begitu baik, di mana berinfak itu harus dari
hasil usaha/kasab yang halal, barang yang akan diinfakkan harus baik (disenangi
baik oleh si pemberi maupun oleh si penerima), dan dengan penuh keikhlasan
(bukan untuk tujuan duniawi, seperti kompanye, mencari popularitas, mencari muka
dan sebagainya).
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah
(di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari
apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang
buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau
mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah,
bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS.
Al Baqarah : 267)
Dalam kepramukaan diusahakan agar para
pesertanya mampu hidup mandiri, sehingga dalam kepramukaan diajarkan tentang
penjelajahan, tali temali, perkemahan, tataboga, hingga satuan karya (saka).
Dalam bidang kemandirian finasial dan ekonomi, seorang peserta pramuka
diharapkan mampu mencari rizki dengan jalan apa saja yang penting halal dan
mulia.
Poin 7
Dapat
berbahasa indonesia yang baik dan benar dalam pergaulan sehari-hari.
Diusahakan
anggota pramuka selalu berbahasa indonesia yang baik dan benar dalam
kehidupanya sehari-hari di rumah, walau dari suku apapun.
Berbahasa indonesia yang baik dan benar adalah bahasa
yang telah di sempurnakan EYD. Dan berbahasa dengan sopan dan santun.
6
Poin 8
Telah
membantu mengelola kegiatan di ambalan.
Poin ini
disesuaikan oleh pembina masing-masing.
Poin 9
Telah
ikut aktif kerja bakti di masyarakat minimal 2 kali.
Kerja bakti merupakan kegiatan warga yang dilakukan
secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri. Biasanya kerja bakti
dikerjakan pada hari Minggu saat semua warga libur dengan pekerjaannya.
Kerja bakti
adalah kegiatan sosial yang berguna untuk membersihkan lingkungan sekitar dari
berbagai kotoran yang menganggu. Misalnya membersihkan got agar tidak mampet,
menyiangi ilalang yang tumbuh di pinggir jalan agar jalan terlihat bersih,
membersihkan makam kampung dan lain sebagainya. Biasanya kerja bakti pada
Minggu pagi dilakukan oleh bapak-bapak dan remaja lelaki.
Kerja bakti biasanya dikoordinir oleh ketua RT
masing-masing. Tua muda, kaya miskin, dan semua warga dengan segala latar
belakang berkumpul untuk bersatu padu membersihkan lingkungan mereka. Kerja
bakti hendaknya dilakukan sebulan sekali atau lebih bagus lagi sebulan dua
kali. Dalam kerja bakti inilah semua warga berkumpul dan bercengkrama layaknya
sebuah keluarga. Kerja bakti juga menyatukan warga yang jarang bertemu dan
bersosialisasi. Suasana keakraban sangat terasa sekali dalam kerja bakti
ini.
7
Poin 10
Dapat
menampilkan kesenian daerah di depan umum minimal 1 kali.
JENIS
KESENIAN TRADISIONAL
A. Angklung
B. Degung
C. Rampak
gendang
D.
Rengkong
E. Kuda
renggong
F. Kecapi
suling
G. Tari
jaipong
H. Tari
Ketuk tilu
I.Tari
topeng
Poin
11
Mengenal, mengerti dan memahami isi
AD & ART Gerakan Pramuka.
Faktor Yg Melatar Belakangi Penyusunan AD DAN
ART
( Kepres Ri. No. 24 Tahun 2009 Dan Sk Kwarnas No.
203 Tahun 2009 )
v Jiwa Kesatria yang Patriotik.
v
Kesadaran dan
bertanggung jawab atas kelestarian Negara RI yg berdasarkan Pancasila dan UUD
1945.
v
Upaya pendidikan kaum
muda melalui Kepramukaan
FUNGSI
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH
TANGGA
v Landasan Hukum dalam Pengambilan Kebijakan.
8
v Pedoman dan Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan.
NAMA ORGANISASI
Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja
Muda Karana
TUGAS POKOK
Menyelenggarakan kegiatan Kepramukaan bagi kaum
muda guna menumbuhkan Tunas Bangsa agar menjadi generasi yg lebih baik,
bertanggung jawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan.
( Pasal 5 AD )
SIFAT
Gerakan Pramuka bersifat Sukarela, tidak
membedakan Suku, Ras, Golongan dan Agama ( Pasal 7 AD )
PASAL-PASAL YANG HARUS DIPAHAMI SECARA MENDALAM ADALAH :
PASAL 1-4-5-7 dan 8
Poin 12
Dapat menjelaskan sejarah kepramukaan Indonesia dan dunia.
Kalau kita
mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat
hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.
Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.
Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.
9
Riwayat hidup Baden Powell
Lahir
tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya
bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal
ketika Stephenson masih kecil. Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan
kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :
a.
Karena
ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
b.
Dari
kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga
dan lain-lainnya.
c.
Sifat Baden
Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara,
berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
d.
Pengalaman
di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil
mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih
panca indera kepada Kimball O’Hara.
e.
Terkepung
bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan
makan.
f. Pengalaman
mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja
Dinizulu.
Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids
To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar
dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik. William Smyth seorang pimpinan
Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai
dengan pengalaman beliau itu. Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di
berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada
tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 BP
pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.
10
Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair
Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja
George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri,
Kenya, Afrika.
Sejarah
Kepramukaan Sedunia
Awal tahun 1908 Baden Powell menulis
pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan
tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini
cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri
organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys
Scout.
Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau,
Agnes
didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides
yang kemudian diteruskan oleh istri beliau. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka
usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book
karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita
tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi
mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering
To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda
yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
Tahun 1914
beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana
tahun 1919.
11
Dari sahabatnya yang bernama W.F.
de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang
kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama
Gilwell Park.
Tahun 1920
dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di
London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London
ke Ottawa Kanada.
Tanggal 1
Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss. Sejak
tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut
oleh Hebert
Martin (Inggris) Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada)
yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi
oleh DR.
Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro
Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro
kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan
Amerika Latin.
SEJARAH
KEPRAMUKAAN DI INDONESIA
a. Masa Hindia Belanda
1)
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar
dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya
pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan
kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun
terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
2)
Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandse
Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912.
12
yang pada
saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian
berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging"
(NIPV) pada tahun 1916.
3) Organisasi
Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah "Javaanse
Padvinders Organisatie" (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII
pada tahun 1916.
4)
Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti
tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder
Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hisbul
Wathon" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi
Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling
Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling
Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij
(NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale
Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
5)
Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai
dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia"
merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada
tanggal 23 Mei 1928.
6)
Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada
1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari
Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java
Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
7)
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia
(BPPKI) pada bulan April 1938.
8)
Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang
bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama.
13
kepramukaan
yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders
Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan
Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al
Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische
Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik
Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
9).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan
Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree".
Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun
nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan
Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada
tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.
b. Masa Bala Tentara
Dai Nippon
"Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai
untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara
Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan
organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri.
Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu,
semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.
c. Masa Republik Indonesia
1) Sebulan sesudah
proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul
di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan
Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah
organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan
Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia. 15
2)
Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di
Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini
didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji
Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi
kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan
Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
3)
Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda.
Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di
halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan
memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang
membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang
diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong
berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu
Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
4)
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan
pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian
berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan
kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II
di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.
5)
Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi
kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali bekas
organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat
Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan
keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951
dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan
satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia,
16
jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1
Februari 1947 itu berakhir sudah.
6) Mungkin
agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri
No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organisasi kepramukaan mengadakan konfersensi
di Jakarta. Pada saat inilah tepatnya
tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO)
sebagai suatu federasi.
d. Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia
1.
Ipindo
merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi
organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri
Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua
federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke
Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
2)
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo
menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada
tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.
3)
Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu
menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan
kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan
Januari 1957.
4)
Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan
acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan
kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November
1958, Pemerintah RI,
17
dalam hal
ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan
topik "Penasionalan Kepanduan".
5) Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan
di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar
untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu
terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya
ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
6) Nah, masa-masa kemudian adalah masa
menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.
KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA
a. Latar Belakang Lahirnya
Gerakan Pramuka
1.
Gerakan
Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya
Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada
sekitar tahun 1960.
2.
Dari
ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan
kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepadan
dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa
perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember
1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan
ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di
bidang kepanduan adalah Pancasila.
Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741)
dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah
untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya
dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
18
3.
Ketetapan
itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah
Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin
gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam
itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui,
metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan
yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.
Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri
Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian
Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat
Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian
terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang
Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan
keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.
4. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia
antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
5
Masih dalam
bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961
tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota
Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A.
Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).
Panitia
inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran
Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang
Gerakan Pramuka.
b. Kelahiran Gerakan Pramuka
19
Kelahiran
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan
yaitu :
Pidato
Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili
organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di
Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN
PRAMUKA
Diterbitkannya
Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan
Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi
kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak
dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang
dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka
dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional,
namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah
untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai
HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
1. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di
Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan
Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961.
Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana
Negara, diikuti defile Pramuka untuk
diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan
Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada
tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
20
c. Gerakan Pramuka
Diperkenalkan
1) Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga
menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka
telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun
1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.
2) Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan
perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya
terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
3) Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun
dengan mengambil angka keramat 17-8-45, yaitu terdiri atas Mapinas
beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam
Kwarnari 8 orang.
4) Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut
dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota
Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di
antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini
menjadi anggota Kwarnari.
5) Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI
dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen
TNI Dr.A. Aziz Saleh.
6) Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku
Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua
merangkap Ketua Kwarnari.
21
7) Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada
seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota
Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar
10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai
pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
8) Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik
anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan
anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan
Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua
Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile
dimulai.
9) Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini
kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh
seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.
Poin 13
Dapat menggunakan
jam, kompas tanda jejak dan tanda-tanda alam lainnya dalam pengembaraan.
Kompas adalah alat bantu atau cara
untuk menentukan arah mata angin.
Arah mata angin yang pokok ada 4:
13 Majalah Trubus No. 234 - Tahun XX
Mei 1989, Hal. 209
- Utara (U) atau North (N)
- Selatan (S ) atau South (S)
- Barat (B) atau West (W)
- Timur (T) atau East
(E)
22
Kemudian dibagi lagi menjadi
beberapa bagian:
- Antara U dan T disebut Timur Laut
(TL)
- Antara T dan S disebut Tenggara
(Tg)
- Antara S dan B disebut Barat Daya
(BD)
- Antara B dan U disebut Barat Laut
(BL)

Bagian-bagian kompas antara lain:
1.
Dial,
yaitu permukaan dimana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
2.
Visir,
yaitu pembidik sasaran.
3.
Kaca
pembesar, yaitu untuk pembacaan pada angka.
4.
Jarum
petunjuk.
5.
Tutup
dial dengan dua garis bersudut 450
6.
Alat
penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jariuntuk menopang
kompas pada saat membidik.
23
Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya:
North = Utara =
00
North East = Timur Laut = 450
East = Timur =
900
South East = Tenggara =
1350
South = Selatan =
1800
South West = Barat Daya = 2250
West = Barat =
2700
North West = Barat Laut = 3250
Cara menggunakan kompas :
1.
Letakkan
kompas anda diatas permukaan yang datar. Setelah jarum kompas tidak bergerak
lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.
2.
Bidik
sasaran melalui visir dengan kaca pembesar.
Miringkan
sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 500 dimana berfungsi untuk
membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.
3.
Apabila
visir diragukan karena kurang jelas dilihat daari kaca pembesar, luruskn saja
garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar
mudah dilihat melalui kaca pembesar.
Kompas
dapat dibuat dengan cara yang sesederhana mungkin, tapi dengan kompas ini kita
bisa menentukan arah yang kita tuju.
Cara membuat kompas sederhana
adalah gosoklah sebuah silet dengan magnet secara searah, sehingga daya kemagnetannya menempel pada
silet (silet bersipat magnet), lalu kita letakan pada sebatang gabus yang kecil
lalu diletakan diatas bejana air, maksud gabus tersebut diatas agar silet
mengapung kemudian kita tandai ujung silet itu dengan U (utara) dan S (selatan)
atau bisa juga dengan N (north) dan S (south), maka setelah diletakan diatas air silet itu
akan selalu menunjukan kearah utara dan selatan.
24
Kompas
selalu menunjukan ke arah utara atau selatan, hal itu terungkap setelah ahli
fisika menyelidiki bahwa disekitar kutub utara bumi terdapat kutub selatan
magnet bumi begitu pula sebaliknya, yang letaknya berimpit antara kutub bumi
dan kutub magnet bumi. Oleh sebab itu arah jarum kompas tidak tepat pada arah
utara dan selatan tetapi agak lebih sedikit.
Tanda-tanda
alam
Pramuka juga adalah pecinta alam
lalu saking cintanya maka harus mengenal tentang alam dan tanda-tandanya
berikut pengenalan alam sekitar kita yang sering kita temui saat berkemah.
1.
Kabut
Kabut
tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap airdi udara dan
bertanda cuaca akan selalu baik.
Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda
buruk pada hari itu, apabila kemarin ada hujan. Langit yang ditutupi awan
kemudian muali terang pada pagi hari bertanda cuaca baik. Apabila ada kabut di
atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedangkan di gunung akan turun
hujan.
2.
Awan
Apabila
langit diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.
3.
Matahari
Apabila
matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman
bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan terang bertanda hari baik.
Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik,
apabila warna merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila
matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan,
apabila dengan warna merah atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah
pada matahari terbenam berarti akan angin yang cukup kencang.
25
4.
Bintang
Apabila
pada malam hari di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca
akan baik. Sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.
5.
Bulan
Apabila terlihat terang dan
bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti
hujan akan turun. Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan
berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.
6.
Binatang
Apabila
kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca,
maka kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukan dengan cara
mereka, antara lain:
a.
Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan
buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.
b.
Semut
Akan tetap didalam lubangnya bila
cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda
cuaca akan tetap baik.
c.
Lebah
Dengan melihat sarangnya: pada
cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakannya.
d.
Lalat
Apabila akan turun hujan mereka
akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baikmereka akan
beterbangan kian kemari.
26
e.
Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka
mengganggu atau menggigit kita, maka akan turun hujan. Apabila pada matahari
terbenam beterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca
baik. Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/di dalam bayangan bertanda
cuaca akan buruk atau datang hujan.
f.
Cacing
Apabila pada malam hari mereka
menimbun tanah berbutur-butir di kebun, berarti akan turun hujan.
g.
Lintah
Kita dapat membuat barometer dari
seekor lintah yang ditaruh di dalam
gelas berisi air, yaitu: bila lintah melekt pada gelas diatas permukaan air,
maka bertanda cuaca akan tetap membaik; apabial ia berdiam didasar gelas
bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama; apabila akan datang topan maka ia
akan melekat erat-erat di gelas sedangkan ekorny digerak-gerakkan
sekeras-kerasnya.
h.
Siput
Pada cuaca yang baik akan merayap
dengan tenang, sedangkan pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.
i.
Ikan
Akan melompat-lompat di atas air
apabial cuaca akan buruk.
j.
Katak
Pada cuaca buruk akan berdiam
dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam. Apabila pada
malam hari cuacanya baik dimusim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk
akan datang.
k.
Ayam
Pada waktu hujan ayam akan
berteduh. Bila hujan tidak akan
27
lama mereka akan tetap berjalan-jalan dan
membiarkan dirinya kehujanan. Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah
berarti hujan akan datang.
l.
Bebek/angsa
Mereka nampak tidak senang dan
selalu menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.
m.
Burung
Kepinis
Pada waktu cuaca baik mereka akan
terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.
Apabila terbang rendah sekali
bertanda cuaca buruk akan hujan. Bila cuaca buruk di pagi hari maka mereka
tidak akan keluar dari sarangnya.
Poin 14
Dapat menjelaskan
bentuk pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Pancasila terdiri dari dua kata
dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila
sebagai dasar negara Republik Indonesia
1.
SILA
KETUHANAN
a. Manusia Indonesia percaya dan
takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan dan agama
masing-masing.
b. Menegmbangkan sikap
hormat-menghormati dan toleransi antar umat beragama.
c. Membina kerukunan hidup diantara
sesama umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d. Tidak memakai suatu agama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
28
e. Menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
2.
SILA
PERSATUAN
a. Sanggup dan rela berkorban untuk
kepentingan Bangsa.
b. Mengembangkan rasa patriotisme.
c. Mengembangkan rasa kebangsaan dan
betanah air Indonesia.
d. Memelihara ketertiban Indonesia.
e. Memajukan pergulan demi persatuan
dan kesatusn Bangsa.
3.
SILA
KEMANUSIAAN
a. Mengaku dan memperlakukan manusia
sesuai harkat dan martabatnya.
b. Mengaku persamaan hak, persamaan
derajat, dan kewajiban asas setiap manusia tanpa membedakan suku, keturunan,
agama, kepercayaan, jenis kelamin dll.
c. Menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan.
d. Mengenbangkan sikap saling
mencintai dan peduli sesama.
e. Berani membela kebenaran dan
keadilan.
4.
SILA
KERAKYATAN
a. Sebagai warga Negara dan warga
masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban
yang sama.
b. Tidak boleh memaksakan kehendak
orang lain.
c. Mengutamakan musyawarah dalam
mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
d. Menghormati dan menjunjung tinggi
setip keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
e. Dalam musyawarah diutamakan
kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan.
29
5.
SILA
KEMANUSIAAN
a. Mengembangkan perbuatan yang
luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
b. Mengembangkan sikap adil terhadap
sesama.
c. Menghormati hak orang lain.
d. Suka bekerja keras.
e. Suka menghargai hasil karya orang
lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Poin
15
Dapat menjelaskan tentang organisasi
ASEAN dan PBB.
ASEAN
(Association Of South East Asia Nations )
Didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967
melalui dekorasi bangkok yang didirikn oleh 5 Negara:
1. Indonesia (Adam Malik)
2. Singapura (
Raja Ratman )
3. Malaysia (
Tun Abdul Rojak )
4. Philipina (
Narsisco Ramos )
5. Thailand (
Thanan Koman )
Arti lambang :
Ø 10 pangkal padi yaitu persahabatan bagi negara di
wilayah Asia Tenggara.
Ø Makna warna
30
§ Biru :
keamanan dan kesetabilan
§ Kuning :
kemakmuran
§ Merah : semangat dan dinamisme
§ Putih : suci
dan keuletan
PBB (perserikatan Bangsa-Bangsa)
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau
biasa disingkat PBB (bahasa
Inggris: United
Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasiinternasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalamhukum internasional, keamanan internasional, pengembangan
ekonomi, perlindungan
sosial, hak
asasi dan pencapaian perdamaian
dunia.
Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan
di San Francisco pada 24
Oktober 1945setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington,
DC, namun Sidang
Umum yang pertama – dihadiri wakil
dari 51 negara – baru berlangsung pada 10
Januari 1946 (diChurch
House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.
Sejak didirikan pada tahun 1945
hingga 2011, sudah ada 193 negara yang bergabung menjadi anggota PBB, termasuk semua negara yang menyatakan kemerdekaannya
masing-masing dan diakui kedaulatannya secara internasional, kecuali Vatikan.
31
Selain negara anggota, beberapa
organisasi internasional dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai
pengamat permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada juga yang
hanya berstatus sebagai pengamat.
Palestina dan Vatikan adalah negara bukan anggota (non-member states)
dan termasuk pengamat permanen (Tahta Suci mempunyai wakil permanen di PBB,
sedangkan Palestina mempunyai kantor permanen di PBB)
Sekretaris Jenderal PBB saat ini adalah Ban
Ki-moon asal Korea
Selatan yang
menjabat sejak 1 Januari 2007 , menggantikan Sekretaris Jendral terdahulu,
yaitu Kofi Annan dari Ghana.
Organisasi ini memiliki enam organ utama :
·
Dewan
Ekonomi dan Sosial (untuk
membantu dalam mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial internasional dan
pembangunan),
Instansi Sistem PBB lainnya yang menonjol termasuk Organisasi Kesehatan Dunia(WHO), Program Pangan Dunia (WFP) dan Dana
Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Enam bahasa resmi PBB, yang digunakan dalam pertemuan
antar pemerintah dan pembuatan dokumen-dokumen adalah :
32
o 5 negara yang mempunyai Hak Veto : Perancis,
RRC, Uni Soviet (Rusia), Inggris, dan USA.
Poin 18
Secara berkelompok dapat membuat
struktur dari keterampilan tali temali dan pionering, yang dapat digunakan
sehari-hari.
Bidang
Tali Temali
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara
tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah
bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah
hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan
sebagainya.
Macam simpul
dan kegunaannya
1. Simpul
ujung tali
Gunanya
agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2. Simpul
mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar
dan tidak licin.
3. Simpul
anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama
besarnya dan dalam keadaan kering.
4. Simpul
anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama
besarnya dan dalam keadaan basah.
33
5. Simpul
erat
Gunanya
untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.
6. Simpul
kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama
besarnya dan dalam keadaan licin.
7. Simpul
kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau
orang pingsan.
8. Simpul
penarik
Gunanya
untuk menarik benda yang cukup besar.
9. Simpul
laso
Untuk
gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini

34

Macam Ikatan
dan Kegunaannya
35
1. Ikatan
pangkal
Gunanya
untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal
ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.
2. Ikatan
tiang
Gunanya
untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa
misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
3. Ikatan
jangkar
Gunanya
untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.
4. Ikatan
tambat
Gunanya
untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi
mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan
untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai
suatu ikatan.
5. Ikatan
tarik
Gunanya
untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian
mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau
pohon.
6. Ikatan
turki
Gunanya
untuk mengikat sapu lidi setangan leher
7. Ikatan
palang
8. Ikatan
canggah
9. Ikatan
silang
10. Ikatan
khaki tiga
Untuk gambar
macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.
36


Penulis :
Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd
35
Poin 19.
Selalu berolahraga mampu melakukan olahraga renang
gaya bebas dan menguasai 1 cabang olahraga tim.
Renang Gaya bebas
(bahasa Inggris: front crawl) adalah berenang dengan
posisi dada menghadap ke permukaan air.
Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan
gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan
ke bawah.
Sewaktu berenang gaya bebas, posisi
wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan
ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping.
Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke
kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang
yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam
lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja,
kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun
sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas" yang lain,
gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang
dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.

36
Poin
20
Dapat menjelaskan perkembangan fisik laki-laki dan
perempuan.
|
Perempuan
|
Laki-laki
|
|
Tubuh
perempuan lebih menonjolkan garis-garis melingkar, bulat, and sering dianggap
sebagai lambing kasih sayang, kelembutan, and perasaan aman
|
Tubuh
laki-laki menonjolkan garis-garis lurus and tegak yang dianggap melambangkan
keperkasaan and kekuasaan
|
|
Suara
kecil and ringan, leher rata
|
Suara
besar and ada jakun pada leher
|
|
Bahu
relatif kecil and melengkung
|
Bahu lebar
(bentuknya kotak)
|
|
Dada
membesar ke depan
|
Dada
lapang
|
|
Pinggang
kecil tapi tulang pinggul lebih besar and membulat
|
Pinggul
lebih kecil daripada bahu
|
|
Paha
Pinggang kecil tapi tulang pinggul lebih besar and membulat besar and kaki
meruncing ke bawah
|
Kaki tegak
lurus and sering terlihat otot-ototnya
|
|
Lengan and
tangan relatif lembut and lemas
|
Lengan and
tangan relatif keras and berotot
|
|
Rambut di
muka relatif tidak mudah tumbuh
|
Bulu
rambut lebih gampang tumbuh di muka seperti kumit, jenggot
|
|
Alat kelamin
tersembunyi di dalam rongga tubuh
|
Alat
kelamin berada di luar rongga tubuh
|
Poin
21
Dapat memimpin baris-berbaris dan menjelaskan
peraturanya kepada anggota sangganya.

Pengertian dari PBB adalah suatu
kegiatan yang dilaksanakan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup disiplin
pada suatu organisasi masyarakat yang diarahkan terhadap terbentuknya
perwatakan tertentu.
Kegiatan Peraturan Baris Berbaris atau PBB biasa dilaksanakan pada kegiatan Pramuka. Pada kegiatan rutinitas, PBB menjadi kegiatan yang umum dilaksanakan pada tiap pertemuan. Peraturan pada Baris Berbaris yang digunakan setiap kegiatan Pramuka umumnya dilaksanakan menggunakan dua macam cara yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat.
38
Aba-aba yang biasa di pakai dalam kegiatan baris berbaris.
Pengertian
Aba-aba merupakan suatu perintah komando yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut dalam berbaris.
12 GERAKAN DASAR
Kegiatan Peraturan Baris Berbaris atau PBB biasa dilaksanakan pada kegiatan Pramuka. Pada kegiatan rutinitas, PBB menjadi kegiatan yang umum dilaksanakan pada tiap pertemuan. Peraturan pada Baris Berbaris yang digunakan setiap kegiatan Pramuka umumnya dilaksanakan menggunakan dua macam cara yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat.
38
Aba-aba yang biasa di pakai dalam kegiatan baris berbaris.
Pengertian
Aba-aba merupakan suatu perintah komando yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut dalam berbaris.
12 GERAKAN DASAR
- Sikap sempurna atau siap
- Hadap serong kanan
- Hadap serong kiri
- Hadap kanan
- Hadap kiri
- Balik kanan
- Lencang kanan
- Lencang depan
- Jalan di tempat
- Hormat
- Berhitung
- Istirahat di tempat
Poin 22- 23
bisa di tanyakan kepada pembina.
Materi Pramuka
PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
39
4.
Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan
5.
Keadilan
social bagi seluruh rakyat Indonesia
KODE KEHORMATAN PRAMUKA
TRISATYA
·
Demi
kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
·
Menolong
sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
·
Menepati
Dasadarma
DASADARMA PRAMUKA
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin trampil dan gembira.
7. Hemat cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
40
Sandi Morse
Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan
sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut
ditemukannya pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di
seluruh dunia tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.
Semboyan
morse dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
1. Suara,
yaitu dengan menggunakan peluit
2. Sinar
yaitu dengan menggunakan senter
3. Tulisan
yaitu dengan menggunakan titik (.) dan setrip (-)
4. Bendera
yaitu dengan bendera morse.
Berikut ini
adalah kode morse yang telah disepakati bersama.
41
Semaphore
Di Indonesia, semaphore biasa
diterapkan sebagai salah satu keahlian yang harus dimiliki dalam kegiatan
pramuka. Biasanya kegiatan semaphore ini diajarkan sejak dalam level
pramuka siaga dan merupakan keterampilan yang dipraktekan pada acara
perkemahan.

42

43
Sarat Kecakapan Khusus
SKK P3K

SKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
v . Untuk golongan Penegak dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka
harus:
o
mengetahui
cara dan dapat menolong kecelakaan luka iris, luka garuk, luka bakar/kena benda
panas, benjut/memar, terkilir, hidung berdarah, tersengat/tergigit binatang
berbisa, dan debu di mata.
o
mengetahui
cara dan dapat mencegah dan menolong orang yang mengalami hilang semangat (collapse),
pingsan, matisuri (schijndood), dan trersengat sinar matahari (zonnesteek).
o
mengetahui
cara dan dapat menggunakan dengan benar dan rapih: pembalut segitiga (mitella),
dan pembalut panjang (zwapchtel verband) untuk luka di jari, lengan, tangan,
kepala, lutut dan betis.
o
mengetahui
letak urat-urat nadi terpenting, dan mengetahui cara penghentian pendarahan
urat nadi.
44
o
dapat
membuat tandu darurat dengan cepat dan rapih, dan tahu serta dapat mengangkut
penderita dengan berbagai cara, secara seorang diri maaupun bersama dengan
teman.
o
mengetahui dan dapat melakukan dengan baik dua
pernafasan tiruan (kunstmatige ademhaling).
o
mempunyai
pengetahuan tentang obat-obatan/ramuan yang dapat digunakan untuk pertolongan
pertama pada kecelakaan.
o
mengetahui
nama, alamat, nomor tilpon Puskesmas (poliklinik), rumah sakit, dan dokter
setempat.
Ø Khusus untuk Pramuka Penegak dan
Pandega, ditambah dengan:
o
telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan.
SKK Gerak Jalan
v Untuk golongan Penggalang, Penegak
dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka
harus:
o
mengerti
cara dan telah melakukan dengan baik, sikap berdiri, berjalan (secara
cepat/lambat), start waktu berlomba gerak jalan.
45
o
mengerti
cara mencegah dan merawat lepuh di kaki, cara beristirahat selama dan sesudah
gerak jalan.
o
pernah
mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 10 km untuk
putera dan 8 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali.
o
telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Gerak Jalan.
SKK Pengamat

v Untuk golongan Penggalang, Penegak
dan Pandega
Untuk
mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
o
dapat
mengingat 10 dari 15 macam benda yang dilihatnya dalam 1 menit (dilakukan dua
kali percobaan dengan benda-benda yang berlainan).
o
dapat
mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 macam benda yang dirabanya, dicium,
dikecap dengan lidah, dan suara yang didengarnya.
o
dapat
mengikuti jejak sejauh 3 km, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari
bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda
yang dibuat penguji.
46
1.
mengetahui
dan mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang ada di sekitarnya,
atau
2.
mengetahui
nama dan mengenal 10 macam tumbuh-tumbuhan/buah-buahan/ sayur-sayuran yang
biasa digunakan manusia dan tumbuh didaerahnya, atau
3.
mengetahui
nama dan mengenal beberapa macam jamur (fungi) yang dapat dimakan atau yang
beracun, yang tumbuh di daerahnya.
o
telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pengamat.
SKK Pengatur
Rumah
v . Untuk golongan Penggalang, Penegak
dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka
harus:
o
dapat
mengatur isi dan menghias suatu ruangan secara sederhana, tetapi berseni
(artistik), dengan memperhatikan komposisi, bentuk dan warna ruang tamu, ruang
tidur, ruang belajar, ruang makan, ruang tunggu, atau ruang lainnya.
o
dapat
membuat sedikitnya dua macam hiasan sederhana dari barang-barang yang ada di
sekitanya.
47
misalnya dengan menggunakan bunga kebun, kertas, batu,
buah-buahan, tanaman, dahan-dahan, atau bahan lainnya.
o
mengerti
cara mengatur lampu penerangan dan peredaran udara (ventilasi).
o
telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Pengatur
Ruangan.
SKK Pengaman
Kampung/Desa

v Untuk golongan Penggalang, Penegak
dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
o
dapat
membuat kentongan dan menerangkan kepada masyarakat sekitarnya tentang
pentingnya kentongan sebagai tanda-tanda bahaya, berikut tanda-tandanya.
o
membantu
sedikitnya tiga kali melakukan ronda malam di kampung/desanya.
o
telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pengaman Kampung/Desa.
48
SKK Juru Kebun

v Untuk golongan Penggalang, Penegak
dan Pandega
Untuk
mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
o
mengenal
sedikitnya 5 jenis tanaman hias, 5 jenis tanaman buah-buahaan, dan 5 jenis
tanaman sayur-sayuran.
o
dapat
membuat dan mempergunakan pupuk kompos.
o
mengenal
sedikitnya 3 macam hama dan penyakit tanaman dan tahu cara pencegahan dan
pemberantasannya.
o
telah
memelihara sedikitnya satu jenis tanaman hias, satu jenis tanaman buah-buahan,
atau satu jenis tanaman sayur-sayuran sampai berbunga, sampai berbuah, sampai
dipanen, atau sedikitnya selama 3 bulan.
o
telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Juru Kebun.
49
SKK Juru
Masak

v Untuk golongan Penggalang, Penegak
dan Pandega
Untuk
mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
o
dapat
membuat dapur dan tahu persyaratannya.
o
mengetahui
cara dan dapat membuat api terbuka dengan kayu tanpa minyak.
o
dapat
menghidangkan masakan untuk 5 orang yang terdiri dari:
·
nasi
·
satu jenis
lauk kering (goreng atau bakar, tanpa kuah)
·
satu jenis
hidangan pencuci mulut
·
minuman teh
atau kopi panas.
o
mengetahui
cara menyimpan makanan menurut peraturan kesehatan.
o
pernah
membantu juru masak di suatu perkemahan 24 jam.
o
telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Juru Masak.
50
SKK Menjahit
Seri 10 TKK Wajib - SKK Menjahit
a. Untuk golongan Siaga.
1) dapat
membuat saputangan atau alas (taplak) meja dengan tangan/mesin jahit,
2) Dapat
memasang kancing (buah baju) dan membuat lubang kancing
3) dapat
membuat tanda barung dari kain dan menjahit tanda barung kain di bajunya,
4) a) dapat
membuat pakaian untuk boneka, atau
b) dapat membuat
mainan (boneka atau lainnya) dari kain, atau
c) membuat
pakaian dalam untuk sendiri, atau
d) membuat
pakaian bayi (popok, gurita, baju, dan lain-lain)
b. Untuk golongan Penggalang,
Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa
seorang Pramuka harus:
a) dapat
menisik kain yang robek memanjang, berlubang (kena rokok), robek menyudut
(seperti mulut katak) dan menambal kain koyak,
b) dapat
menjahit pakaian anak-anak/bayi, atau dapat menjahit pakaian
dalam/olahraga/renang untuk diri sendiri,
c) (1)
mengerti bagian-bagian mesin jahit (tangan/kaki) dan pemeliharannya, dan/atau
(2)
mengambil usuran badan,
d) mengerti
dan dapat membiuat sum biasa dan sum pinggiran (open zoom).
Khusus untuk
Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
e) telah
melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Menjahit.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar