Senin, 10 Februari 2014



            Puju syukur penulis panjatkan Kepada Allah SWT. Yang telah melimpahkan nikmat dan rahmat-Nya sehingga penulisan buku ini dapat dilaksanakan. Solawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kepada sahabat, tabiin, dan umatnya amin.

            Buku ini memuat barbagai hal tentang Gerakan Pramuka dan buku ini lebih mengarah kepada persiapan pengisian SKU Pramuka Penegak Bantara. Penulis berharap dengan adanya buku ini, mampu meningkatkan minat anak-anak Bangsa terhadap Gerakan Pramuka. Selanjutnya melalui Gerakan Pramuka dapat  melahirkan Generasi Emas Bangsa Yang Berkarakter, Berkepribadian, dan Berwatak Luhur, Serta Kuat Moral, Mental, Budi Pekerti Kuat Keyakinan Agamanya. Serta  selalu mengasihi sesama.

            Penulis sangat menyadari dalam penyusunan buku ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat penulis haparkan. Demi lebih baiknya buku ini kedepannya.




Penulis  




                                                                                    I

BUKU PRAMUKA GENERASI EMAS BANGSA INI MILIK


NAMA                 :      
                    
ALAMAT            :      
                  

NOMOR HP         :

GUGUS DEPAN  :

PANGKALAN     :

KWARAN           :

KWARCAB                 :

KWARDA           :





3 X 4
 
                                                                TANDA TANGAN








Note:
Bagi yang menemukan buku ini harap mengembalikan ke alamat atau Nomor Hp diatas.
                                                                                                II


Pendahuluan

              Gerakan Pramuka adalah organisasi yang membina kaum muda Indonesia. Guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektun dan fisiknya. Sehingga menjadi manusia yang berkpibadian dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

            Kuat mental dan tinggi moral. Tinggi kecerdasan dan mutu keterampilan untuk menjadikan warga negara Indonesia yang patuh kepada Pancasila dan NKRI , serta menjadi anggota masyarakat yang berguna,dapat membangun dirinya sendiri serta mandiri dan bertanggung  jawab, atas  pembangunan Bangsa dan Negara.

             Memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dalam lingkungannya baik lokal nasional maupun internasional.

                   Dengan membaca buku “Pramuka Generasi mas Bangsa” diharapkan anak didik dapat lebih mengenal Pramuka dan mampu menjadi Pramuka sejati yang berkarakter siap membangun Bangsa.
                       
                                                                                   




                                                                                    III

                   Poin 1
Dapat menjelaskan makna rukun iman dan rukun islam, mampu menjelaskan makna Sholat berjama’ah dan dapat mendirikan Sholat sunah secara individu, mampu menjelaskan makna berpuasa serta macam-macam puasa, tahu tata cara merawat atau mengurus jenazah (Tajhizul Jenazah), dapat menghafal minimal sebuah hadits dan menjelaskan hadits tersebut.

A.     Rukun Iman
1.      Iman kepada Allah SWT
Menjalankannya dengan cara patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah SWT.

2.      Iman kepada malaikat-malaikat Allah
Mengetahui dan percaya akan kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta.

3.      Iman kepada kitab-kitab Allah
Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur’an. Al-Qur.an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil.

4.      Iman kepada rasul-rasul Allah
Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai dengan kesabaran.

5.      Iman kepada hari kiamat
Paham bahwa setiap perbuatan akan mendapat balasan
.
6.      Iman kepada qada dan qadar
Paham pada keputusan dan kepastian yang telah ditentukan oleh Allah pada alam semesta.
                                                                                    1
    Tingkatan Iman yaitu:

1.    Iman Taqlid, artinya yang tidak mempunyai dalil yang kuat.
2.    Iman ilmu, artinya imannya seorang yang mukhalaf yang telah mengetahui dalil yang benar, namun belum menjiwai keimanannya.
3.    Iman Iyan, artinya Iman seseorang yang disertai dengan ma’rifat dan tasdiq yang menjiwai sifat sama’ dan bashor.
4.    Iman Haqiqat, artinya iman seseorang yang mempunyai jiwa teramat dalam kema’rifatannya yang luar biasa pada makhluk yang namanya iman ainul yaqin.
5.    Iman Haqiqatul Haqiqat, artinya derajat imannya para Rasul. Karena tingkatan iman yang tinggi, maka dalam hal ini Allah sudah tidak memberikan lagi ta’rif/definisi.

B.     Rukun Islam
1.      Syahadat
Syahadat merupakan asas dan dasar bagi rukun islam lainnya. Syahadat merupakan ruh, inti, dan landasan seluruh ajaran Islam. Syahadat sering disebut dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (dalam bahasa Arab Syahadatain berarti 2 kalimat syahadat).
Kedua kalimat syahadat itu adalah:
Ø Asyhadu An-Laa Illaha Illallah
Artinya: saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Ø Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah
Artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
2.      Sholat
3.      Zakat
4.      Puasa
5.      Naik Haji (bagi yang mampu)

2
C.     Sholat berjama’ah
Sholat tertentu dianjurkan untuk dilakukan secara bersama-sama (berjama’ah). Pada sholat berjama’ah seseorang yang dianggap paling kompeten akan ditunjuk sebagai imam sholat dan yang lain berlaku sebagai makmum.
Sholat yang dapat dilakukan secara berjama’ah antara lain:
Ø Sholat fardhu
Ø Sholat tarawih
Sholat yang harus dilakukan secara berjama’ah antara lain:
Ø Sholat jum’at
Ø Sholat hari raya (id)
Ø Sholat Istisqa
                  
                    Poin 2
Berani menyampaikan keritik dan saran dengan sopan dan santun kepada sesama teman.

1.             Kritik disampaikan secara obyektif. Artinya kritik tidak memandang subyektif (orang yang akan dikritik), siapapun orangnya walaupun itu presiden sekalipun layaknya juga dikritik ketika ia melakukan kesalahan. Pun juga kritik yang obyektif adalah kritik yang sesuai dengan realitas yang terjadi, akan menjadi kritik yang tidak obyektif apabila kritik itu tidak sesuai dengan realitas.

2.        Kritik disertai pendasaran dan tidak disampaikan secara  
                 emosional. Maksudnya dalam menyampaikan kritik       
                                                                                                3
disertai alasan-alasan yang jelas mengenai kesalahan-kesalahan yang dilakukan orang yang dikritik. Kalaupun kritik itu adalah sebuah penilaian juga diberikan argumen yang benar.
3. Kritik seharusnya disertai pula dengan solusi atau saran dan disampaikan dengan bahasa atau tutur kata yang baik sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.
            Poin 3
 Dapat mengikuti jalanya diskusi dengan baik.
a.    Diskusi
Diskusi atau dialog adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama sama guna memecahkan suatu permasalahan dengan jalan saling “ adu” argumentasi dalam memberikan saran, usulan, dan atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Dalam memberikan setiap argumentasi yang harus dikedepankan adalah kebenaran dan obyektifitas serta dilakukan dengan cara yang sopan, arif dan bijaksana
b.     Rapat
Rapat adalah suatu pertemuan yang dilakukan oleh suatu organisasi atau kepanitiaan dalam rangka membahas agenda yang telah ditetapkan.
                                                                                         4

            Poin 4
Dapat saling menghormati dan toleransi dalam bakti antar umat beragama.
            Seorang anggota pramuka harus menghormati kepada orang yang berbeda keyakinan, dengan cara bisa berupa membuat dianyaman, tidak mengganggu ketika dia beribadah. Toleransi itu bukan berarti kita ikut kepada ajaran agamnya.
            Poin 5
Mengikuti pertemuan ambalan sekurang-kurangnya 2x setiap bulan.

            Anggota Ambalan Penegak selalu aktif dalam kegiatan di Ambalan Penegak. Dalam hal ini artinya tidak pernah bolos dalam latihan mingguan atau kegiatan ambalan lainnya kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dibuktikan dengan absensi kehadiran ekstra pramuka.
             Pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak juga bisa berupa pertemuan di luar Ambalan sekolah. Misalnya di DKR, DKC, latihan/ kunjungan ke pramuka penggalang, satuan karya (Saka), dan kegiatan kepramukaan lainnya yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pembinanya.

            Poin 6
Serta membayar iuran kepada gugus depan, dengan uang yang diperoleh dari usaha sendiri.

                   Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran kepada anggota pramuka penegak agar terbiasa menyisihkan sebagian hartanya demi kepentingan umum. Sedangkan besar kecilnya sumbangan tidak terlalu dipersoalkan, yang penting ada perubahan sikap dari kurang peduli menjadi peduli sosial.
                                                                                                5
            Ajaran Islam mensyari’atkan tentang mobilisasi harta untuk di-tasharuf-kan ke jalan yang benar, yakni melalui zakat, infak, dan shadaqah. Sebab dari setiap harta yang kita peroleh ada hak para fakir miskin.

            Aturan tentang berinfak diatur dengan begitu baik, di mana berinfak itu harus dari hasil usaha/kasab yang halal, barang yang akan diinfakkan harus baik (disenangi baik oleh si pemberi maupun oleh si penerima), dan dengan penuh keikhlasan (bukan untuk tujuan duniawi, seperti kompanye, mencari popularitas, mencari muka dan sebagainya).

             “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS. Al Baqarah : 267)

             Dalam kepramukaan diusahakan agar para pesertanya mampu hidup mandiri, sehingga dalam kepramukaan diajarkan tentang penjelajahan, tali temali, perkemahan, tataboga, hingga satuan karya (saka). Dalam bidang kemandirian finasial dan ekonomi, seorang peserta pramuka diharapkan mampu mencari rizki dengan jalan apa saja yang penting halal dan mulia.

            Poin 7
Dapat berbahasa indonesia yang baik dan benar dalam pergaulan sehari-hari.

            Diusahakan anggota pramuka selalu berbahasa indonesia yang baik dan benar dalam kehidupanya sehari-hari di rumah, walau dari suku apapun.
Berbahasa indonesia yang baik dan benar adalah bahasa yang telah di sempurnakan EYD. Dan berbahasa dengan sopan dan santun.

                                                                                                            6
            Poin 8
Telah membantu mengelola kegiatan di ambalan.
           Poin ini disesuaikan oleh pembina masing-masing.
          Poin 9
Telah ikut aktif kerja bakti di masyarakat minimal 2 kali.
Kerja bakti merupakan kegiatan warga yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri.  Biasanya kerja bakti dikerjakan pada hari Minggu saat semua warga libur dengan pekerjaannya. 

 Kerja bakti adalah kegiatan sosial yang berguna untuk membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai kotoran yang menganggu. Misalnya membersihkan got agar tidak mampet, menyiangi ilalang yang tumbuh di pinggir jalan agar jalan terlihat bersih, membersihkan makam kampung  dan lain sebagainya. Biasanya kerja bakti pada Minggu pagi dilakukan oleh bapak-bapak dan remaja lelaki.

Kerja bakti biasanya dikoordinir oleh ketua RT masing-masing. Tua muda, kaya miskin, dan semua warga dengan segala latar belakang berkumpul untuk bersatu padu membersihkan lingkungan mereka. Kerja bakti hendaknya dilakukan sebulan sekali atau lebih bagus lagi sebulan dua kali. Dalam kerja bakti inilah semua warga berkumpul dan bercengkrama layaknya sebuah keluarga. Kerja bakti juga menyatukan warga yang jarang bertemu dan bersosialisasi.  Suasana keakraban sangat terasa sekali dalam kerja bakti ini.

                                                                                                7
            Poin 10
Dapat menampilkan kesenian daerah di depan umum minimal 1 kali.
JENIS KESENIAN TRADISIONAL
A. Angklung
B. Degung
C. Rampak gendang
D. Rengkong 
E. Kuda renggong
F. Kecapi suling
G. Tari jaipong
H. Tari Ketuk tilu
I.Tari topeng

            Poin 11
Mengenal, mengerti dan memahami isi AD & ART Gerakan Pramuka.
Faktor Yg Melatar Belakangi Penyusunan AD DAN ART    
( Kepres Ri. No. 24 Tahun 2009 Dan Sk Kwarnas No. 203 Tahun 2009 )

v  Jiwa Kesatria yang Patriotik.
v  Kesadaran dan bertanggung jawab atas kelestarian Negara RI yg berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
v  Upaya pendidikan kaum muda melalui Kepramukaan

FUNGSI  ANGGARAN  DASAR  DAN ANGGARAN  RUMAH  TANGGA
v  Landasan Hukum dalam Pengambilan Kebijakan.
8
v  Pedoman dan Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan.

NAMA ORGANISASI
Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana

TUGAS POKOK
Menyelenggarakan kegiatan Kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan Tunas Bangsa agar menjadi generasi yg lebih baik, bertanggung jawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan. 
( Pasal 5 AD )

  SIFAT
Gerakan Pramuka bersifat Sukarela, tidak membedakan Suku, Ras, Golongan dan Agama ( Pasal 7 AD )

PASAL-PASAL YANG HARUS DIPAHAMI SECARA MENDALAM ADALAH :
PASAL 1-4-5-7 dan 8

Poin 12
                   Dapat menjelaskan sejarah kepramukaan Indonesia dan dunia.

Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.
Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.

                                                                                    9
Riwayat hidup Baden Powell
Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :
a.         Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
b.         Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.
c.         Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
d.         Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
e.         Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan. 
    Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik. William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu. Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
   Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.
                                                                                         10
           Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
Sejarah Kepramukaan Sedunia
            Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.
 Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
 Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.

            Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919.
                                                                                    11
 Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada.
Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris) Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

SEJARAH KEPRAMUKAAN DI INDONESIA

a.   Masa Hindia Belanda
1)   Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

2)   Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912.


                                                                                    12
yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.

3)   Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah "Javaanse Padvinders Organisatie" (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.

4)   Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hisbul Wathon" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.

5)   Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.

6)   Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).

7)   PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
8)   Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama.

                                                                                       13
 kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

9).   Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

b.   Masa Bala Tentara Dai Nippon

"Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.
c.   Masa Republik Indonesia

1)       Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.                                                                                              15
2)   Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

3)   Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

4)   Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.

5)   Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia,
                                                                                           16
 jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
           
6)  Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organisasi kepramukaan mengadakan konfersensi di Jakarta.  Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.

d.   Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia

1.      Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.

2)   Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.

3)   Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.

4)   Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, Pemerintah RI,

                                                                                    17
dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".

5)   Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

6)   Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.
KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA
a.       Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka

1.      Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

2.      Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepadan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila.

Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
                                                                                    18
3.      Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.

Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

4.   Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

5        Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

b.      Kelahiran Gerakan Pramuka

19
Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA

Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

1.      Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

2.      Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara,   diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
20

c.       Gerakan Pramuka Diperkenalkan

1)      Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

2)      Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

3)      Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnari 8 orang.

4)      Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

5)      Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

6)      Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

21
7)      Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

8)      Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

9)      Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Poin 13
Dapat menggunakan jam, kompas tanda jejak dan tanda-tanda alam lainnya dalam pengembaraan.

Kompas adalah alat bantu atau cara untuk menentukan arah mata angin.
Arah mata angin yang pokok ada 4:
             13 Majalah Trubus No. 234 - Tahun XX
             Mei 1989, Hal. 209

- Utara (U)  atau North (N)
 - Selatan (S          ) atau South (S)
 - Barat (B)  atau  West (W)
 - Timur (T)          atau             East (E)
                                                                                                22
 Kemudian dibagi lagi menjadi beberapa bagian:

 - Antara U dan T disebut Timur Laut (TL)
 - Antara T dan S disebut Tenggara (Tg)
 - Antara S dan B disebut Barat Daya (BD)
 - Antara B dan U disebut Barat Laut (BL)
Description: Image
Bagian-bagian kompas antara lain:

1.      Dial, yaitu permukaan dimana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
2.      Visir, yaitu pembidik sasaran.
3.      Kaca pembesar, yaitu untuk pembacaan pada angka.
4.      Jarum petunjuk.
5.      Tutup dial dengan dua garis bersudut 450
6.      Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jariuntuk menopang kompas pada saat membidik.

                                                                                                23

Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya:
North               = Utara                 = 00
North East       = Timur Laut        = 450
East                 = Timur                = 900
South East       = Tenggara           = 1350
South               = Selatan              = 1800
South West      = Barat Daya        = 2250
West                = Barat                 = 2700
North West      = Barat Laut         = 3250

Cara menggunakan kompas :
1.      Letakkan kompas anda diatas permukaan yang datar. Setelah jarum kompas tidak bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.

2.      Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar.
Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 500 dimana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.

3.      Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat daari kaca pembesar, luruskn saja garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat melalui kaca pembesar.

                   Kompas dapat dibuat dengan cara yang sesederhana mungkin, tapi dengan kompas ini kita bisa menentukan arah yang kita tuju.
              Cara membuat kompas sederhana adalah gosoklah sebuah silet dengan magnet secara searah,  sehingga daya kemagnetannya menempel pada silet (silet bersipat magnet), lalu kita letakan pada sebatang gabus yang kecil lalu diletakan diatas bejana air, maksud gabus tersebut diatas agar silet mengapung kemudian kita tandai ujung silet itu dengan U (utara) dan S (selatan) atau bisa juga dengan N (north) dan S (south),  maka setelah diletakan diatas air silet itu akan selalu menunjukan kearah utara dan selatan.
                                                                                                24
              Kompas selalu menunjukan ke arah utara atau selatan, hal itu terungkap setelah ahli fisika menyelidiki bahwa disekitar kutub utara bumi terdapat kutub selatan magnet bumi begitu pula sebaliknya, yang letaknya berimpit antara kutub bumi dan kutub magnet bumi. Oleh sebab itu arah jarum kompas tidak tepat pada arah utara dan selatan tetapi agak lebih sedikit.

Tanda-tanda alam
Pramuka juga adalah pecinta alam lalu saking cintanya maka harus mengenal tentang alam dan tanda-tandanya berikut pengenalan alam sekitar kita yang sering kita temui saat berkemah.

1.      Kabut
Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap airdi udara dan bertanda cuaca akan selalu baik.
 Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarin ada hujan. Langit yang ditutupi awan kemudian muali terang pada pagi hari bertanda cuaca baik. Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedangkan di gunung akan turun hujan.
2.      Awan
Apabila langit diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.

3.      Matahari
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan terang bertanda hari baik. Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna merah atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari terbenam berarti akan angin yang cukup kencang.
                                                                                    25

4.      Bintang
Apabila pada malam hari di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik. Sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.

5.      Bulan
Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun. Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.

6.      Binatang
Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca, maka kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukan dengan cara mereka, antara lain:
a.       Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.

b.      Semut
Akan tetap didalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.

c.       Lebah
Dengan melihat sarangnya: pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakannya.

d.      Lalat
Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baikmereka akan beterbangan kian kemari.
                                                                              26
e.       Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka akan turun hujan. Apabila pada matahari terbenam beterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik. Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/di dalam bayangan bertanda cuaca akan buruk atau datang hujan.

f.       Cacing
Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutur-butir di kebun, berarti akan turun hujan.

g.       Lintah
Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh    di dalam gelas berisi air, yaitu: bila lintah melekt pada gelas diatas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik; apabial ia berdiam didasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama; apabila akan datang topan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedangkan ekorny digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.

h.      Siput
Pada cuaca yang baik akan merayap dengan tenang, sedangkan pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.

i.        Ikan
Akan melompat-lompat di atas air apabial cuaca akan buruk.

j.        Katak
Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam. Apabila pada malam hari cuacanya baik dimusim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.

k.      Ayam
Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak akan
                                                                              27
 lama mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan. Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.

l.        Bebek/angsa
Mereka nampak tidak senang dan selalu menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.

m.    Burung Kepinis
Pada waktu cuaca baik mereka akan terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.
Apabila terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan. Bila cuaca buruk di pagi hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya. 

                   Poin 14
Dapat menjelaskan bentuk pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

            Kata Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia

1.      SILA KETUHANAN
a.       Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan dan agama masing-masing.
b.      Menegmbangkan sikap hormat-menghormati dan toleransi antar umat beragama.
c.       Membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d.      Tidak memakai suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

                                                                              28
e.       Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

2.      SILA PERSATUAN
a.       Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Bangsa.
b.      Mengembangkan rasa patriotisme.
c.       Mengembangkan rasa kebangsaan dan betanah air Indonesia.
d.      Memelihara ketertiban Indonesia.
e.       Memajukan pergulan demi persatuan dan kesatusn Bangsa.

3.      SILA KEMANUSIAAN

a.       Mengaku dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya.
b.      Mengaku persamaan hak, persamaan derajat, dan kewajiban asas setiap manusia tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin dll.
c.       Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
d.      Mengenbangkan sikap saling mencintai dan peduli sesama.
e.       Berani membela kebenaran dan keadilan.

4.      SILA KERAKYATAN

a.       Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
b.      Tidak boleh memaksakan kehendak orang lain.
c.       Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
d.      Menghormati dan menjunjung tinggi setip keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
e.       Dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan.

                                                                              29

5.      SILA KEMANUSIAAN

a.       Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
b.      Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
c.       Menghormati hak orang lain.
d.      Suka bekerja keras.
e.       Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

            Poin 15
Dapat menjelaskan tentang organisasi ASEAN dan PBB.

ASEAN (Association Of South East Asia Nations )
Didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 melalui dekorasi bangkok yang didirikn oleh 5 Negara:

1.      Indonesia               (Adam Malik)
2.      Singapura               ( Raja Ratman )                       
3.      Malaysia                ( Tun Abdul Rojak )
4.      Philipina                ( Narsisco Ramos )
5.      Thailand                ( Thanan Koman )

Arti lambang :
Description: asean-logo
Ø  10 pangkal padi yaitu persahabatan bagi negara di wilayah Asia Tenggara.
Ø  Makna warna

30
§  Biru     : keamanan dan kesetabilan
§  Kuning : kemakmuran
§  Merah  : semangat dan dinamisme
§  Putih    : suci dan keuletan

PBB (perserikatan Bangsa-Bangsa)

Description: logo-pbb
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasiinternasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalamhukum internasionalkeamanan internasionalpengembangan ekonomiperlindungan sosialhak asasi dan pencapaian perdamaian dunia.

Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington, DC, namun Sidang Umum yang pertama – dihadiri wakil dari 51 negara – baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (diChurch HouseLondon). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.
Sejak didirikan pada tahun 1945 hingga 2011, sudah ada 193 negara yang bergabung menjadi anggota PBB, termasuk semua negara yang menyatakan kemerdekaannya masing-masing dan diakui kedaulatannya secara internasional, kecuali Vatikan.
                                                                                    31
Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada juga yang hanya berstatus sebagai pengamat.
 Palestina dan Vatikan adalah negara bukan anggota (non-member states) dan termasuk pengamat permanen (Tahta Suci mempunyai wakil permanen di PBB, sedangkan Palestina mempunyai kantor permanen di PBB)
Sekretaris Jenderal PBB saat ini adalah Ban Ki-moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007 , menggantikan Sekretaris Jendral terdahulu, yaitu Kofi Annan dari Ghana.
Organisasi ini memiliki enam organ utama :
·         Majelis Umum (majelis musyawarah utama)
·         Dewan Keamanan (untuk memutuskan resolusi tertentu untuk perdamaian dan keamanan)
·         Dewan Ekonomi dan Sosial (untuk membantu dalam mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial internasional dan pembangunan),
·         Sekretariat (untuk menyediakan studi, informasi dan fasilitas yang diperlukan oleh PBB),
·         Mahkamah Internasional (organ peradilan primer),
·         Dewan Perwalian (yang saat ini tidak aktif).
Instansi Sistem PBB lainnya yang menonjol termasuk Organisasi Kesehatan Dunia(WHO), Program Pangan Dunia (WFP) dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Enam bahasa resmi PBB, yang digunakan dalam pertemuan antar pemerintah dan pembuatan dokumen-dokumen adalah :
                                                                                                32
o    Gedung Sekretariat PBB berada di markas PBB di New York City.
o    5 negara yang mempunyai Hak Veto : Perancis,  RRC, Uni Soviet (Rusia), Inggris, dan USA.

Poin 18
Secara berkelompok dapat membuat struktur dari keterampilan tali temali dan pionering, yang dapat digunakan sehari-hari.
 Bidang Tali Temali
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.
Macam simpul dan kegunaannya
1.         Simpul ujung tali
            Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas

2.         Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan  tidak licin.

3.         Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering.

4.         Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah.

                                                                                                33
5.         Simpul erat
            Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.

6.         Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin.

7.         Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan.

8.         Simpul penarik
            Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar.

9.         Simpul laso
            Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini
Description: Image


                                                                                                34
Description: Image
Macam Ikatan dan Kegunaannya
                                                                                                                                                                                                            35
            1.         Ikatan pangkal
                        Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.
            2.         Ikatan tiang
                        Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
            3.         Ikatan jangkar
                        Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.

            4.         Ikatan tambat
                        Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.

            5.         Ikatan tarik
                        Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.

            6.         Ikatan turki
                        Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher

            7.         Ikatan palang
            8.         Ikatan canggah
            9.         Ikatan silang
            10.       Ikatan khaki tiga

Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.

                                                                                                36
Description: Image
Description: Image
Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd
                                                                                                 
                                                                                                35
Poin 19.
Selalu berolahraga mampu melakukan olahraga renang gaya bebas dan menguasai 1 cabang olahraga tim.

Renang  Gaya bebas 
(bahasa Inggris: front crawl) adalah berenang dengan posisi dada   menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah.
            Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas" yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.
                                                                                                36
            Poin 20
Dapat menjelaskan perkembangan fisik laki-laki dan perempuan.
Perempuan
Laki-laki
Tubuh perempuan lebih menonjolkan garis-garis melingkar, bulat, and sering dianggap sebagai lambing kasih sayang, kelembutan, and perasaan aman
Tubuh laki-laki menonjolkan garis-garis lurus and tegak yang dianggap melambangkan keperkasaan and kekuasaan
Suara kecil and ringan, leher rata
Suara besar and ada jakun pada leher
Bahu relatif kecil and melengkung
Bahu lebar (bentuknya kotak)
Dada membesar ke depan
Dada lapang
Pinggang kecil tapi tulang pinggul lebih besar and membulat
Pinggul lebih kecil daripada bahu
Paha Pinggang kecil tapi tulang pinggul lebih besar and membulat besar and kaki meruncing ke bawah
Kaki tegak lurus and sering terlihat otot-ototnya
Lengan and tangan relatif lembut and lemas
Lengan and tangan relatif keras and berotot
Rambut di muka relatif tidak mudah tumbuh
Bulu rambut lebih gampang tumbuh di muka seperti kumit, jenggot
Alat kelamin tersembunyi di dalam rongga tubuh
Alat kelamin berada di luar rongga tubuh



            Poin 21
Dapat memimpin baris-berbaris dan menjelaskan peraturanya kepada anggota sangganya.
Pengertian dari PBB adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup disiplin pada suatu organisasi masyarakat yang diarahkan terhadap terbentuknya perwatakan tertentu.
            Kegiatan Peraturan Baris Berbaris atau PBB biasa dilaksanakan pada kegiatan Pramuka. Pada kegiatan rutinitas, PBB menjadi kegiatan yang umum dilaksanakan pada tiap pertemuan. Peraturan pada Baris Berbaris yang digunakan setiap kegiatan Pramuka umumnya dilaksanakan menggunakan dua macam cara yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat.

                                                                                                38
            Aba-aba yang biasa di pakai dalam kegiatan baris berbaris.

Pengertian
Aba-aba merupakan suatu perintah komando yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut dalam berbaris.

12 GERAKAN DASAR
  1. Sikap sempurna atau siap
  2. Hadap serong kanan
  3. Hadap serong kiri
  4. Hadap kanan
  5. Hadap kiri
  6. Balik kanan
  7. Lencang kanan
  8. Lencang depan
  9. Jalan di tempat
  10. Hormat
  11. Berhitung
  12. Istirahat di tempat
Poin 22- 23 bisa di tanyakan kepada pembina.

           Materi Pramuka

                PANCASILA

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
                                                                                    39
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan
5.      Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia

KODE KEHORMATAN PRAMUKA

TRISATYA
·         Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
·         Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
·         Menepati Dasadarma

DASADARMA PRAMUKA

1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin trampil dan gembira.
7. Hemat cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan


                                                                             40
Sandi Morse
Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukannya pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di seluruh dunia tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.

Semboyan morse dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

1. Suara, yaitu dengan menggunakan peluit
2. Sinar yaitu dengan menggunakan senter
3. Tulisan yaitu dengan menggunakan titik (.) dan setrip (-)
4. Bendera yaitu dengan bendera morse.
Berikut ini adalah kode morse yang telah disepakati bersama.
Description: Image                                                                                                                                                                                                                                                                                        41
Description: Image
Semaphore
   Di Indonesia, semaphore biasa diterapkan sebagai salah satu keahlian yang harus dimiliki dalam kegiatan pramuka. Biasanya kegiatan semaphore ini diajarkan sejak dalam level pramuka siaga dan merupakan keterampilan yang dipraktekan pada acara perkemahan.

                                                                  42
                                                                   43
Sarat Kecakapan Khusus

SKK P3K
Description: Image
SKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
v  . Untuk golongan Penegak dan Pandega
 Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:

o   mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan luka iris, luka garuk, luka bakar/kena benda panas, benjut/memar, terkilir, hidung berdarah, tersengat/tergigit binatang berbisa, dan debu di mata.

o   mengetahui cara dan dapat mencegah dan menolong orang yang mengalami hilang semangat (collapse), pingsan, matisuri (schijndood), dan trersengat sinar matahari (zonnesteek).

o   mengetahui cara dan dapat menggunakan dengan benar dan rapih: pembalut segitiga (mitella), dan pembalut panjang (zwapchtel verband) untuk luka di jari, lengan, tangan, kepala, lutut dan betis.

o   mengetahui letak urat-urat nadi terpenting, dan mengetahui cara penghentian pendarahan urat nadi.

44
o   dapat membuat tandu darurat dengan cepat dan rapih, dan tahu serta dapat mengangkut penderita dengan berbagai cara, secara seorang diri maaupun bersama dengan teman.

o    mengetahui dan dapat melakukan dengan baik dua pernafasan tiruan (kunstmatige ademhaling).

o   mempunyai pengetahuan tentang obat-obatan/ramuan yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama pada kecelakaan.

o   mengetahui nama, alamat, nomor tilpon Puskesmas (poliklinik), rumah sakit, dan dokter setempat.
Ø  Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
o   telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
SKK Gerak Jalan
Description: Image 

v  Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
 Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
o   mengerti cara dan telah melakukan dengan baik, sikap berdiri, berjalan (secara cepat/lambat), start waktu berlomba gerak jalan.
45
o   mengerti cara mencegah dan merawat lepuh di kaki, cara beristirahat selama dan sesudah gerak jalan.
o   pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 10 km untuk putera dan 8 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali.

o   telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Gerak Jalan.
SKK Pengamat
Description: tkk-pengamat.gif
v  Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
o   dapat mengingat 10 dari 15 macam benda yang dilihatnya dalam 1 menit (dilakukan dua kali percobaan dengan benda-benda yang berlainan).

o   dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 macam benda yang dirabanya, dicium, dikecap dengan lidah, dan suara yang didengarnya.

o   dapat mengikuti jejak sejauh 3 km, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda yang dibuat penguji.

46

1.            mengetahui dan mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang ada di sekitarnya, atau

2.            mengetahui nama dan mengenal 10 macam tumbuh-tumbuhan/buah-buahan/ sayur-sayuran yang biasa digunakan manusia dan tumbuh didaerahnya, atau

3.            mengetahui nama dan mengenal beberapa macam jamur (fungi) yang dapat dimakan atau yang beracun, yang tumbuh di daerahnya.

o   telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pengamat.
SKK Pengatur Rumah



v  . Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
 Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:

o   dapat mengatur isi dan menghias suatu ruangan secara sederhana, tetapi berseni (artistik), dengan memperhatikan komposisi, bentuk dan warna ruang tamu, ruang tidur, ruang belajar, ruang makan, ruang tunggu, atau ruang lainnya.

o   dapat membuat sedikitnya dua macam hiasan sederhana dari barang-barang yang ada di sekitanya.
47
misalnya dengan menggunakan bunga kebun, kertas, batu, buah-buahan, tanaman, dahan-dahan, atau bahan lainnya.

o   mengerti cara mengatur lampu penerangan dan peredaran udara (ventilasi).

o   telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Pengatur Ruangan.

SKK Pengaman Kampung/Desa
Description: tkk-pengaman.gif
v  Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:

o   dapat membuat kentongan dan menerangkan kepada masyarakat sekitarnya tentang pentingnya kentongan sebagai tanda-tanda bahaya, berikut tanda-tandanya.

o   membantu sedikitnya tiga kali melakukan ronda malam di kampung/desanya.

o   telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pengaman Kampung/Desa.
48

SKK Juru Kebun
Description: Image
v  Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
o   mengenal sedikitnya 5 jenis tanaman hias, 5 jenis tanaman buah-buahaan, dan 5 jenis tanaman sayur-sayuran.

o   dapat membuat dan mempergunakan pupuk kompos.

o   mengenal sedikitnya 3 macam hama dan penyakit tanaman dan tahu cara pencegahan dan pemberantasannya.

o   telah memelihara sedikitnya satu jenis tanaman hias, satu jenis tanaman buah-buahan, atau satu jenis tanaman sayur-sayuran sampai berbunga, sampai berbuah, sampai dipanen, atau sedikitnya selama 3 bulan.

o   telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Juru Kebun.

49
SKK Juru Masak
Description: Image
v  Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:

o   dapat membuat dapur dan tahu persyaratannya.
o   mengetahui cara dan dapat membuat api terbuka dengan kayu tanpa minyak.

o   dapat menghidangkan masakan untuk 5 orang yang terdiri dari:
·         nasi
·         satu jenis lauk kering (goreng atau bakar, tanpa kuah)
·         satu jenis hidangan pencuci mulut
·         minuman teh atau kopi panas.

o   mengetahui cara menyimpan makanan menurut peraturan kesehatan.

o   pernah membantu juru masak di suatu perkemahan 24 jam.

o   telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Juru Masak.

50
SKK Menjahit
Description: Image 
Seri 10 TKK Wajib -  SKK Menjahit
a. Untuk golongan Siaga.
1) dapat membuat saputangan atau alas (taplak) meja dengan tangan/mesin jahit,
2) Dapat memasang kancing (buah baju) dan membuat lubang kancing
3) dapat membuat tanda barung dari kain dan menjahit tanda barung kain di bajunya,
4) a) dapat membuat pakaian untuk boneka, atau
b) dapat membuat mainan (boneka atau lainnya) dari kain, atau
c) membuat pakaian dalam untuk sendiri, atau
d) membuat pakaian bayi (popok, gurita, baju, dan lain-lain)
b. Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menisik kain yang robek memanjang, berlubang (kena rokok), robek menyudut (seperti mulut katak) dan menambal kain koyak,
b) dapat menjahit pakaian anak-anak/bayi, atau dapat menjahit pakaian dalam/olahraga/renang untuk diri sendiri,
c) (1) mengerti bagian-bagian mesin jahit (tangan/kaki) dan pemeliharannya, dan/atau
(2) mengambil usuran badan,
d) mengerti dan dapat membiuat sum biasa dan sum pinggiran (open zoom).
Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
e) telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Menjahit.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar